Skip to main content

Tes MBTI Carl Jung


tes MBTI itu apa sih? Daripada bingung yuk kita kupas satu-satu!!


Sejarah MBTI

1917                 
Katharine C. Briggs mulai mempelajari perbedaan individu tiap-tiap manusia.

1923                 
Dikembangkan oleh Jung's seorang tokoh Psikoanalitik (Penganut tokoh                                              psikoanalisis Sigmund Freud).

1923 - 1941     
Katharine C.Briggs dan Isabel Briggs Myers mempelajari teori Jung dan melakukan                            penelitian sehubungan dengan teori tentang tipe.

1941 - 1942     
Awal Perang Dunia II diciptakan indikator-indikator agar tipologi Jung dapat                                        diterapkan ke orang banyak.

1942 - 1944     
Pengembangan awal form-form indikator

1944 - 1956     
Mengumpulkan data-data MBTI melalui riset yang luas.

1956                
Educational Testing Service mempublikasikan bahwa MBTI merupakan alat standar                            untuk riset terhadap tipe-tipe manusia.

Perkembangan MBTI
  • Riset lebih dari 50 tahun
  • Inventori yang terbanyak digunakan di dunia untuk memahami perbedaan kepribadian pada manusia normal.
  • Dipakai luas oleh perusahaan besar dan kecil, institusi pendidikan, pemerintahan, lembaga non-profit, organisasi kesehatan maupun kerohanian.
  • Di Amerika Serikat setiap tahunnya lebih dari tiga juta orang mengikuti tes MBTI 
  • Tes dan pelatihan MBTI telah diaplikasikan ke dalam puluhan bahasa, termasuk Jepang, Jerman, Italia, Perancis, Spanyol, Korea, Turki, Swedia, Cina, Indonesia, dll.
Fungsi MBTI
  • Pengenalan dan pengembangan diri 
  • Pelatihan kepemimpinan dan manajemen 
  • Pembentukan tim vBimbingan dan konseling karir 
  • Bimbingan dan konseling keluarga 
  • Peningkatan kemampuan memecahkan masalah 
  • Peningkatan hubungan antar-pribadi 
  • Peningkatan hubungan antar-budaya 
  • Pengembangan organisasi 
  • Pengembangan pendidikan dan kurikulum 
So, udah tau gambaran nya kan? Dari tes MBTI ini akan terlihat 4 kecenderungan yaitu:



yang selanjutnya akan terbagi menjadi 16 


4 kelompok tipe menurut tes MBTI Carl Jung :

1. Ekstrovert vs Introvert
    

Ekstrovert
Punya temen yang hobinya cerita? Ikut kepanitiaan dimana mana? Dan keliatan supel banget? Hoby diskusi dan debat? Yash, dia adalah sosok Ekstrovert. Orang ekstrovert ini biasanya punya banyak teman, suka nongki-nongki asik dan suka mencetuskan ide-ide berlian nya di depan orang. Kekuatan dari orang ekstrovert ini adalah dimana dia bisa berdiskusi sama orang banyak.Tapi disamping itu, hati-hati guys, orang dengan tipe ini kalo udah sedih langsung keliatan dari ekspresi wajahnya dan paling gabisa diem. 

Introvert
So next, dengan sahabat karib nya yaitu Introvert. Sosok Introvert ini berkebalikan dengan Ekstrovert, hoby nya di tempat-tempat sepi *jangan mikir aneh-aneh hehe, bagi si Introvert tempat sepi adalah kebahagiaan yang hakiki guys, karena dia akan lebih mudah berkonsentrasi dan menemukan ide-ide cemerlang. Tipe ini lebih tertarik dengan dirinya sendiri, lebih banyak diam dan merenung. Soal urusan perasaan, orang dengan model introvert sangat sulit ditebak, karena dia akan menyimpan perasaannya dalam hati dan menekannya (Bisa dibilang "Secret Admirer" kalo urusan percintaan wkwk). Tetapi disamping itu, orang introvert sangat mempertimbangkan keputusan nya dengan matang.

2. Sensing vs Intuition


       
       Guys, coba sebutin 3 hal setelah kamu lihat gambar diatas!

Sensing
Okey, kalo kamu jawab merah,wangi, berduri berarti kamu cenderung pada Sensing, dari artinya sudah jelas bahwa sensing "Merasakan". Orang yang cenderung menonjolkan sisi sensing akan lebih tertarik pada hal-hal realistis atau fakta, suka dengan kontinuitas, dan senang melakukan hal-hal yang praktis. Orang dengan tipe ini juga lebih suka mengerjakan pekerjaan yang sudah dikuasai nya. Di samping itu, untuk menggapai tujuan tertentu, orang ini akan melakukan nya secara bertahap dan sangat memperhatikan detail. Tetapi kenyataannya orang dengan tipe ini jarang sekali salah soal fakta dan sering mengabaikan usulan atau tanggapan orang lain.


Intuituion     
Selanjutnya, apabila anda menyebutkan tenang, romantis, elegant, itu berarti anda cenderung pada Intution, dimana orang dengan kecenderungan intuisi mempunyai ketertarikan pada dunia luar, tantangan dan hal-hal yang berkaitan dengan masa depan. Orang ini tidak suka hal-hal yang biasa, dia lebih memilih membuat inovasi-inovasi yang baru dan paling suka tantangan dan mencoba keterampilan yang belum dia kuasai. Sangat terbuka dengan tanggapan orang lain tetapi sering mengabaikan fakta-fakta yang ada. Dalam pelaksanaanya, orang tipe intuisi selalu mempunyai jiwa yang meledak-ledak dan mengikuti inspirasi dari lingkungan sekitar.

3. Thinking vs feeling

Thinking yang berarti "berpikir". Orang dengan kecenderungan ini lebih suka hal praktis dan lebih menekankan pada pikiran dari pada perasaan. Orang dengan tipe ini mempunyai sifat yang kritis dan objektif secara intelektual, dapat diyakinkan dengan fakta dan penjelasan yang logis, bisa bekerja dengan baik meskipun suasana hati tidak mendukung (fokus pada tugas), cenderung tegas dan berpegang teguh pada pemikirannya.

Feeling, orang dengan tipe ini sering mendapat sebutan "Baperan" haha. Orang tipe perasa sering mengesampingkan pikirannya, sangat mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang diambil terkait dengan orang banyak, dapat diyakinkan dengan kharisma seseorang, bisa bekerja dengan baik apabila dalam kondisi yang harmonis, mempunyai rasa empati yang tinggi dan tidak suka menyinggung perasaan orang lain.


4. Judgment vs Perception

Judgment, orang dengan tipe ini Suka gaya hidup tegas, terencana, teratur, tidak suka dengan hal yang mendadak, Merasa terdukung dengan kesepakatan, struktur dan jadwal-jadwal, Mengharap orang lain mengikuti aturan, jadwal, target yang sudah ditentukan, Menjaga fokus pada yg harus diselesaikan, dapat mengabaikan hal yg baru muncul, senang untuk mengelola dan menyelesaikan suatu proyek, merasa lebih nyaman jika sudah membuat kepastian akhir, Berfokus pada penyelesaian tugas, arah, dan tujuan.

Perception, Suka gaya hidup fleksibel; Menikmati kejutan hal yang tak terduga, Dapat menyesuaikan diri dg perubahan; menghindari jadwal/struktur yg ketat/kaku, mengharap orang lain dapat berespon terhadap tuntutan situasi yang muncul, Ingin memasukkan sebanyak mungkin hal, sehingga dapat menunda tugas yang ada, senang memulai suatu proyek dan terbuka thd perubahan pada saat akhir, merasa lebih nyaman dg membiarkan keadaan terbuka, tak ingin ada yg tertinggal, berfokus pada proses, kebebasan, dan keleluasaan.


Sekian, Terimakasih :) 

Comments